Norma Sosial dan Norma Hukum Di Indonesia

NORMA SOSIAL DAN NORMA HUKUM FREE SEX

OLEH : ROBBI NURDN HIDAYAT

Bab I   PENDAHULUAN

Pada saat ini, manusia telah belajar menjadi manusia yang dewasa dimana manusia dituntut untuk menjadi manusia yang bisa berfikir ke depan dan menentukan apa yang ingin dilakukan bagi dirinya sendiri. Tidak hanya itu saja, manusia yang berfikir dewasa adalah manusia yang pandai memilah kebaikan dan keburukan mengenai sesuatu yang dia lakukan.

Namun demikian, manusia dewasa yang diharapkan menjadi manusia yang benar-benar mengerti arti dewasa, tetapi tidak teraplikasikan pada saat ini. Mengapa demikian? Mari kita memperhatikan, sebenarnya apa yang sudah terjadi dan apa yang sedang terjadi. Kita lihat, saat ini teknologi telah maju dan berbagai fasilitas telah tersedia sebagai penunjang kehidupan selanjutnya. Seharusnya, manusia mampu mengaplikasikan kemajuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Namun kita lihat, dengan adanya perubahan justru menimbulkan berbagai masalah besar yang terjadi di sekelilingnya, contohnya maraknya kasus pergaulan bebas yang semakin meluas.

Kalau kita mendengar kata pergaulan bebas, maka yang terlintas di fikiran kita adalah remaja. Remaja adalah tahapan suatu individu melangkah ke tahap dewasa dimana pada saat di masa remaja, mereka tidak ingin mematuhi peraturan yang seharusnya mereka patuhi, mereka lebih senang meninggikan egonya, ego dalam segala bidang. Remaja adalah orang-orang yang tidak mau mengalah, selalu ingin menjadi juara dan tidak berfikir dua kali ketika melakukan sesuatu perbuatan.

Masa remaja adalah masa dimana para remaja menginginkan tempat yang setinggi-tingginya di mata teman-temannya, gurunya, orang tuanya terlebih lagi wanita. Pergaulan bebas berawal dari tingginya egoisme di dalam diri para remaja sehingga menimbulkan pemikiran bahwa bukan remaja kalau belum mencoba sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru seperti, dulunya belum pernah merokok, sekarang merokok dan lain-lain.

 

 

 

Bab II   PEMBAHASAN

Bab II.1   Norma Sosial

Menurut Nurul Hidayati, Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. Berarti norma sosial sama saja seperti sebuah aturan yang mengikat yang berlaku di suatu kelompok  masyarakat atau suatu wilayah tertenu.  Kenapa disini disebutkan wilayah tertentu? karena norma sosial yang berlaku di setiap daerah itu berbeda-beda. Dengan perbedaan itulah yang menyebabkan pengertian norma sosial memiliki arti lebih sempit.

Norma sosial memiliki beberapa tingkatan, diantaranya adalah :

  1. Cara (usage)

Cara adalah suatu bentuk perbuatan tertentu yang dilakukan individu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secara terus-menerus. Contoh: cara makan yang wajar dan baik apabila tidak mengeluarkan suara seperti hewan.

  1. Kebiasaan (Folkways)

Kebiasaan merupakan suatu bentuk perbuatan berulang-ulang dengan bentuk yang sama yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan-tujuan jelas dan dianggap baik dan benar. Contoh: Memberi hadiah kepada orang-orang yang berprestasi dalam suatu kegiatan atau kedudukan, memakai baju yang bagus pada waktu pesta.

  1. Tata kelakuan (Mores)

Tata kelakuan adalah sekumpulan perbuatan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Dalam tata kelakuan terdapat unsur memaksa atau melarang suatu perbuatan. Contoh: Melarang pembunuhan, pemerkosaan atau menikahi saudara kandung.

 

  1. Adat istiadat (Custom)

Adat istiadat adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya.

http://www.wikipedia.org

Selain itu, norma sosial juga memiliki beberapa jenis atau macam-macam norma sosial. Setiap norma memiliki perbedaan pengertian dan aturan yang berbeda yang berlaku didalamnya. Macam-macam norma sosial adalah :

  1. 1. Norma agama

Norma agama berasal dari Tuhan, pelanggarannya disebut dosa

Norma agama adalah peraturan sosial yang sifatnya mutlak sebagaimana penafsirannya dan tidak dapat ditawar-tawar atau diubah ukurannya karena berasal dari Tuhan. Contoh: Melakukan sembahyang kepada Tuhan, tidak berbohong, tidak boleh mencuri, dan lain sebagainya.

  1. 2. Norma kesusilaan

Norma kesusilaan adalah peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak, sehingga seseorang dapat membedakan apa yang dianggap baik dan apa pula yang dianggap buruk. Pelanggaran terhadap norma ini berakibat sanksi pengucilan secara fisik (dipenjara, diusir) ataupun batin (dijauhi). Contoh: Orang yang berhubungan intim di tempat umum akan dicap tidak susila, melecehkan wanita atau laki-laki di depan orang

 

 

 

  1. 3. Norma kesopanan

Norma kesopanan adalah peraturan sosial yang mengarah pada hal-hal yang berkenaan dengan bagaimana seseorang harus bertingkah laku yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Contoh: Tidak meludah di sembarang tempat, memberi atau menerima sesuatu dengan tangan kanan, tidak kencing di sembarang tempat.

  1. 4. Norma kebiasaan

Norma kebiasaan adalah sekumpulan peraturan sosial yang berisi petunjuk atau peraturan yang dibuat secara sadar atau tidak tentang perilaku yang diulang-ulang sehingga perilaku tersebut menjadi kebiasaan individu. Pelanggaran terhadap norma ini berakibat celaan, kritik, sampai pengucilan secara batin. Contoh: Membawa oleh-oleh apabila pulang dari suatu tempat, bersalaman ketika bertemu.

Jadi, norma sosial yang selama ini kita patuhi memiliki berbagai macam aspek dimana dari setiap aspek saling berkaitan satu sama lain dan saling berhubungan satu sama lain. Sehingga norma-norma sosial yang dibuat oleh setiap wilayah tertentu tetap mengacu pada maksud dari norma sosial tersebut sebagai norma beserta ciri dan jenisnya.

Dari salah satu jenis norma sosial yang disebutkan diatas, kita membaca adanya Norma Agama. Norma agama adalah norma yang sangat sensitif dan sangat religius. Mengapa demikian? Karena kalau kita berbicara masalah agama, yang kita bicarakan adalah hubungan kita dengan Tuhan kita sendiri. Jangan sampai kita menyalah artikan norma tersebut secara sembarangan, norma agama menyangkut keseluruhan hidup manusia.

 

 

 

 

Bab II.2   Norma Hukum

Seperti yang kita ketahui, bahwa hidup kita tidak pernah lepas dari aturan dan aturan bukan dibuat sebagai arsip tertulis saja, tetapi aturan dibuat untuk di patuhi dan memiliki sangsi. Aturan seperti inilah biasa disebut Norma Hukum.

Norma hukum adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, misalnya pemerintah, sehingga dengan tegas dapat melarang serta memaksa orang untuk dapat berperilaku sesuai dengan keinginan pembuat peraturan itu sendiri. Pelanggaran terhadap norma ini berupa sanksi denda sampai hukuman fisik (dipenjara, hukuman mati).

http://www.google.co.id

Kalau berbicara masalah hukum, sebenarnya memiliki arti yang sangat luas dan mencakup keseluruhan dari perilaku masyarakat yang ada di dalam lingkaran hukum tersebut. Namun, tidak semua sesuatu berlandaskan hukum, karena disamping kita memiliki norma hukum yang mengikat, kita memiliki norma yang juga mengikat kita yaitu Norma Sosial . norma sosial dan norma hukum saling berhubungan, namun keduanya memiliki beberapa perbedaaan, diantaranya adalah :

Norma hukum

  • Aturannya pasti (tertulis)
  • Mengikat semua orang
  • Memiliki alat penegak aturan
  • Dibuat oleh penguasa
  • Sangsinya berat

Norma sosial

  • Kadang aturannya tidak pasti dan tidak tertulis
  • Ada/ tidaknya alat penegak tidak pasti (kadang ada, kadang tidak ada)
  • Dibuat oleh masyarakat
  • Sangsinya ringan.

 

Bab II. 3   Norma Sosial dan Norma Hukum Terhadap Sex Bebas

Setelah kita membahas masalah Norma Sosial dan Norma Hukum seperti yang telah dijelaskan diatas, maka kita lihat penerapan norma-norma tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kedua norma tersebut menjalankan fungsinya masing-masing atau malah menjadi awal mula timbulnya permasalahan-permasalahan baru.

Dalam kenyataannya, norma sosial dan norma hukum diabaikan oleh masyarakat, norma adalah aturan dan aturan dibuat untuk dilanggar. Itulah yang menjadi pemikiran masyarakat saat ini. Mungkin saja kita kurang penerapan norma-norma yang ada dalam kehidupan nyata atau memang niat dari individunya yang tidak mau mematuhi peraturan yang ada. Kasus-kasus seperti sex bebas adalah akibat dari melanggar norma yang ada. Mengapa dikatakan melanggar norma? Sex bebas adalah perilaku yang sangat tidak terpuji dan keji. Kita terjemahkan terlebih dahulu, sex yang diambil dari bahasa Inggris yang artinya Kelamin dan bebas berarti tanpa aturan. Jadi, Sex Bebas adalah penyatuan kelamin tanpa aturan. Dengan demikian, wajar saja banyak terjadi kasus anak illegal, bayi malang, bayi dibuang oleh ibunya sendiri, aborsi dan lain-lain. Itu semua adalah hasil perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, orang-orang yang tidak memiliki aturan dalam hidupnya, orang-orang yang semaunya sendiri. Betapa kasihannya anak yang lahir tanpa dosa tetapi harus menderita karena akibat perbuatan ibunya sendiri.

Kalau dipandang dari segi Norma sosial, sex bebas adalah perbuatan yang melanggar norma sosial. Norma sosial tidak mengindahkan perilaku sex bebas, menurut norma sosial, masyarakat boleh berhubungan intim layaknya suami isteri apaila sudah menikah dan syah menjadi suami isteri serta statusnya diakui hukum. Atas dasar itu, norma sosial mengizinkan perbuatan sex dilakukan. Namun, sex bebas adalah melakukan hubungan sex tanpa aturan, baik aturan pernikahan, perkawinan atau pun pengakuan atas hukum.

Kalau menurut norma hukum, anak yang lahir akibat sex bebas bukan milik hukum dan hukum tidak memberikannya hak atas apapun. Karena anak tersebut ilegal, lahir tanpa dosa tapi hidup menerima dosa atas perbuatan orang-orang yang keji dan tidak menusiawi tersebut.

 

Bab III   PENUTUP

 

Bab III. 1   Kesimpulan

Dari permasalahan yang kita bahas ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwasannya :

  • Norma Sosial adalah suatu aturan yang mengikat sekelompok masyarakat di suatu wilayah dimana aturan tersebut berfungsi sebagai pengontrol dan pengawas perilaku dalam masyarakat tersebut
  • Norma hukum adalah suatu aturan yang mengikat sekelompok masyarakat di wilayah tertentu dimana apabila aturan tersebut dilanggar, maka akan dikenakan sangsi dan aturan tersebut disusun secara tertulis serta memiliki arsip aslinya.
  • Norma hukum dan norma sosial sangat melanggar perbuatan yang ilegal (sex bebas) karena apapun norma yang berlaku, sex bebas tetaplah melanggar kecuali memang ada aturan diperbolehkan melakukan sex sebelum pernikahan atas dasar suka sama suka, maka atas dasar aturan inilah sex bebas tidak dianggap melanggar. Namun kebanyakan negara-negara di dunia melanggar sex bebas walaupun ada beberapa negara yang mengindahkan sex bebas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab IV   DAFTAR PUSTAKA

www.google.co.id, Hidayat Nurul – Norma Sosial

www.google.co.id, definisi Norma Sosial dan Norma Hukum

 

Multikulturalisme Di Indonesia

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.